Minggu, 01 Mei 2016
Nasim Khan: Pancasila Itu Ideologi Kaum Santri
Kamis, 07 April 2016
Zaskia Gotik, Pancasila, dan Melawan Pikiran Dangkal
PANCASILA HIDUP KITA – Fraksi PKB MPR RI menggelar sosialisasi Empat Pilar bertajuk `Pancasila Hidup Kita` di Gedung Nusantara 5, Senayan, Jakarta (7/4/2016). Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Fraksi PKB MPR, H Abdul Kadir Karding.
Misi utama acara ini mengajak kepada masyarakat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi kalangan artis alias pekerja seni.
Puluhan artis hadir dalam acara ini, antara lain Zaskia Gotik, Tomi Kurniawan, Dwi Andika, Eddies Adelia, Bedu, Irma Darmawangsa, Maghdalena dan lain-lain.
Abdul Kadir Karding mengatakan, sebagimana dilansir Kompas dot com, sangat penting bagi para pekerja seni untuk memahami nilai-nilai dan ideologi Pancasila.
Sebab, sebagai publik figur, mereka mempunyai akses yang luas terhadap media massa melebihi politisi dan pejabat publik.
"Kenapa tidak kita dorong mereka jadi duta Pancasila," ucap Karding.
Terkait kasus Zaskia Gotik sendiri, Karding menilai, tak tepat jika dibawa ke ranah hukum.
Apalagi, pernyataan Zaskia yang menyebut lambang kelima Pancasila sebagai bebek nungging itu dilontarkan karena ketidaktahuan.
"Apa benar itu dianggap kriminal? PKB tidak membela siapapun, tapi dalam kasus seperti itu kita pilih persuasif karena kita tak mungkin menyalahkan Zaskia sepenuhnya," kata dia.
Sebaliknya, Karding mendorong agar pemerintah terus memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia sehingga masyarakat bisa menempuh sekolah setinggi-tingginya.
Berdasarkan survei, kata dia, saat ini masih ada 43 persen masyarakat Indonesia yang tidak hafal Pancasila.
Apakah Partai Kebangkitan Bangsa melawan arus besar media yang lebih suka menyudutkan Zaskia?
Mungkin. Dengan alasan seorang berhak menilai orang lain hanya berdasar arus besar yang sedang menggelora yang kini jadi trend sehingga sulit ditampik.
Tradisi bersosialmedia di Indonesia condong cepat bertindak (menilai sesuatu) tanpa pendalaman berpikir adalah salah satu trend yang sedang dihadapi bangsa ini. Sampai kapan pikiran dangkal begini terus hinggap di kepala?
Keterangan foto: PANCASILA HIDUP KITA -- Dari kiri ke kanan: Abdul Kadir Karding, Krisna Mukti, M Lukman Edy, Syaiful Bahri Anshori, Sandy Nayoan, Anna Muawanah, M Nasim Khan (Dapil Jawa Timur III: Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi), dan Arzeti Bilbina.
[Teks & foto: KHOLILUL ROHMAN AHMAD]
Senin, 21 Maret 2016
Nasim Khan: Indonesia aman tentram karena Pancasila
Bondowoso,- laskarjagad -- ANGGOTA MPR RI dari Fraksi PKB Ir M Nasim Khan, melakukan kegiatan sosialisasi Empat Pilar: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD NRI 1945 di hadapan ratusan santri dan guru Ponpes Nurut Thalabah Bunder Pancuran Bondowoso.
"Karena dengan menjaga dan mengamalkan PBNU maka negara akan aman dan tetap utuh," katanya.
Nasim menjelaskan, kedatangannya ke Bondowoso khususnya ke ponpes asuhan kiai Asy'ari itu adalah untuk mensosialisasikan PBNU. Sebab dengan Pancasila, semua suku agama dan etnis bisa disatukan.
"Di Indonesia ini ada banyak suku agama dan ras. Namun tetap kokoh dan aman, karena masyarakatnya mengamalkan Pancasila," katanya.
Sedangkan dasar negara Pancasila sudah final. Bahwa, katanya, tokoh bangsa dan agama pada tahun 1945, sudah sepakat untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar negara. Dan sampai saat ini, dasar negara itu tetap relevan.
"Kalau di negara lain kerap terjadi konflik karena perbedaan agama dan etnis, maka di Indonesia, masyarakatnya tetap bersatu dan hidup aman karena Pancasila," kata anggota MPR Dapil Jawa Timur III (Bondowoso Situbondo Banyuwangi).
Lanjutnya, karena di dalam sila sila yang ada di Pancasila sudah mengatur kehidupan. Antara lain sila pertama `ketuhanan yang maha esa|. Artinya masyarakat menganut berbagai macam agama seperti Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik, dan aliran kepercayaan yang saling menghormati satu sama lainnnya.
"Jadinya kehidupan agama di Indonesia aman. juga pada sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima sudah mengaturnya. Sehingga Pancasila ini wajib dipahami dan diamalkan oleh masyarakat Indonesia," katanya.
Nasim mengatakan, pentingnya memahami dan mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Karena Empat Pilar itu yang mampu menjaga keutuhan bangsa ini, katanya. Contoh, di dalam bangsa ini terdapat ribuan suku, bahasa, serta etnis, namun mereka bisa bersatu dengan Bhinneka Tunggal Ika.
"Empat Pilar ini wajib dijaga," katanya.
Bahkan kemerdekaan Indonesia itu diperoleh dari perjuangan semua suku di Indonesia dalam melawan penjajahan.
"Termasuk peran santri dan pondok pesantren yang ikut berjuang merebut kemerdekaan," katanya.
Pengasuh ponpes Nurut Thalabah Kiai Asy'ari Fasya merasa bersyukur dan mengapresiasi kedatangan Anggota MPR Nasim Khan yang telah melakukan sosialisasi di ponpesnya.
"Yang datang ke ponpes ini adalah semua santri dari berbagai ponpes di Bondowoso. Setiap ponpes mengirimkan perwakilannya untuk ikut kegiatan sosialisasi MPR atau empat pilar ini," tutur kiai.

