Minggu, 25 Februari 2018

Nasim Khan: Situbondo Banyak Tumbuh UMKM Ekonomi Kreatif

Serap aspirasi di Kabupaten #Situbondo oleh Anggota DPR RI FPKB Insinyur Haji Muhammad Nasim Khan, Dapil Jawa Timur 3. Kegiatan serap aspirasi ini diselenggarakan di Jalan Mawar Desa Kelurahan Patokan Kabupaten Situbondo, dengan tema menumbuhkembangkan wirausaha atau UMKM.

Di Situbondo ini banyak tumbuh usaha kecil usaha kecil yang berbasis ekonomi kreatif yang membutuhkan pendampingan dan perlindungan secara permodalan maupun pemasaran. Dialog diselenggarakan secara tanya jawab dan juga melibatkan pegawai Dinas Koperasi dan UMKM Situbondo, Mas Reza.

Menurut Bang Nasim, wirausahawan wirausahawan muda mutlak harus terus ditambah untuk membangkitkan perekonomian Indonesia secara nasional. Merupakan bagian dari program pemerintah untuk jangka panjang. Demikian laporan reses Anggota DPR dari Situbondo.

(Kholilul Rohman Ahmad)

Jumat, 23 Februari 2018

Di Bondowoso, Aksi Penggerak Sholawat Dukung Cak Imin Cawapres

Maesan, Bondowoso -- Puluhan pendukung Cak Imin (Muhaimin Iskandar) sebagai Calon Wakil Presiden 2019 melakukan aksi dukungan dengan Long March sambil mengucapkan Shalawat Badar, 24/2/2018. Mereka tergabung dalam kelompok Komunitas Penggerak Budaya Sholawat Bondowoso.

Koordinator aksi, Mursyid, mengatakan bahwa warga Bondowoso mendukung sepenuhnya kepada Cak Imin sebagai Cawapres 2019. Karena Cak Imin mewakili kalangan santri, muda, tegas  dan cerdas.

Menurut Mursyid, Cak Imin adalah tokoh muda yang dipandang akan mampu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia seluruhnya.

Dengan lantunan Sholawat Nariyah yang selalu dikumandangkan oleh Komunitas Penggerak Budaya Sholawat ini, mereka mendukung Cak Imin jadi cawapres semata-mata untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.

"Cak Imin jadi Cawapres adalah pilihan utama kami," katanya.

Dari Bondowoso, menurut Mursyid, ingin menyuarakan dukungan agar diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa Cak Imin merupakan Cawapres yang pantas bersanding dengan siapa pun calon presidennya.

"Kami orang-orang desa, Mas. Kami hanya bisa bershalawat. Bermodal sholawat ini kami ingin menunjukkan dukungan nyata bagi pemimpin Indonesia sejati, yaitu Cak Imin," teriaknya.

Aksi dilaksanakan di Jalan Raya Maesan yang merupakan jalur utama Bondowoso Jember. Puluhan orang aksi berjalan dengan memegang spanduk dukungan mereka kepada Cak Imin sambil melantunkan Sholawat Badar.

Beberapa pengendara memperlambat jalannya untuk melihat aksi mereka. Demikian pula banyak warga masyarakat di sekitar pinggir jalan ikut menyaksikan aksi dukungan untuk Cak Imin Cawapres 2009 ini. Dari Bondowoso Kholilul Rohman Ahmad melaporkan untuk Cak Imin for Cawapres 2018.*

Catatan Nasim Khan Komisi VI DPR Tinjau Proyek PMN Rp250M untuk Revitalisasi PG Asembagus

Pak Nasim Khan meninjau Pabrik Gula Asembagus dalam rangka mengecek pelaksanaan proyek revitalisasi pabrik gula tersebut utk meningkatkan kapasitas produksi dari 3000 tcd menjadi 6000 tcd. Proyek ini didanai oleh APBN melalui program Penyertaan Modal Negara atau PNM tahun 2016 sebesar Rp250 miliar.

Bang Nasim meninjau didampingi para staf NKI di Situbondo dalam rangka reses Anggota DPR tahun 2018.

Saat meninjau lokasi tersebut Pak Nasim disambut oleh Direktur PG Asembagus sekaligus bersama-sama melihat lokasi program revitalisasi tersebut. Terlihat di lokasi beberapa alat berat dan juga mesin-mesin yang sedang dirangkai.

Pak Nasim meminta agar pelaksanaan pekerjaan revitalisasi ini wajib sudah siap beroperasi pada bulan Juni 2018. Karena hal tersebut berkaitan dengan musim giling tahun ini yang mentargetkan 3000 kuintal tebu siap giling.

Kalau mesin tidak selesai sesuai jadwalnya dikhawatirkan penggilingan tebu terganggu. Ketika penggilingan tebu terganggu, maka penghasilan para petaninya pasti ikut terganggu. Ini menyangkut hajat hidup ratusan ribu petani tebu dan keluarganya. Mohon ini diperhatikan. 

Apalagi adanya PG Asembagus ini mempunyai efek ekonomi yang sangat tinggi. Begitu PG Asembagus lambat penggilingan tebunya, maka perekonomian di Situbondo dan sekitarnya juga akan ikut melambat.

Ini harus jadi perhatian kepada Direktur PTPN XI dan juga Direktur PG Asembagus. Saya berharap pekerjaan ini betul-betul diperhatikan.
Saya datang ke sini atas nama Wakil Rakyat di Daerah Pemilihan Jawa Timur 3 yang meliputi Situbondo.

Sebelum saya datang ke sini sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati Situbondo. Beliau titip pesan agar penggilingan sebuah di musim tahun ini betul-betul bisa berjalan lancar.

Sebelum revitalisasi, karena kapasitas mesin giling yang terbatas, antrian truk pengangkut tebu sampai tiga hari.

Ke depannya saat mesin giling sudah jadi, an triannya bisa dipangkas tidak sampai 1 hari. Ini menyangkut perekonomian para petani dan masyarakat di Situbondo. Jadi proyek revitalisasi ini harus selesai Juni tahun ini.

Saya meninjau program proyek revitalisasi PG Asembagus ini juga akan menjadi bahan laporan saya di DPR Komisi VI saat Rapat Dengar Pendapat dengan para pemangku kebijakannya. Nanti juga akan menjadi bahan laporan saya di DPR ketika RDP dengan Menteri BUMN.*

Ditulis oleh: Kholilul Rohman Ahmad

Nasim Khan: UMKM Situbondo harus Bangkit

>>Desa Trigonco Kecamatan #Asembagus Kabupaten #Situbondo

Anggota Fraksi PKB DPR RI Insinyur Haji M Nasim Khan menghadiri acara Dialog Interaktif tentang "upaya menumbuhkembangkan ekonomi kreatif dan UMKM", 22 Februari 2018.

Acara diselenggarakan oleh para mahasiswa KKN kelompok 12 Universitas Muhammadiyah Jember di Desa Trigonco.

Bang Nasim, Anggota DPR Dapil Jawa Timur III- Situbondo Bondowoso Banyuwangi, dalam acara tersebut menyampaikan rasa terima kasih dan bahagia atas undangan kehormatan dari para mahasiswa KKN di Trigonco. Karena bisa bersilaturahim dan bertukar pikiran dengan para mahasiswa.

Bang Nasim merasa bahagia bahwa para mahasiswa adalah kaum muda generasi bangsa yang harus ikut memperhatikan ekonomi kreatif Umkm di Indonesia, khususnya di Situbondo.

Apalagi pihaknya juga diberi tanggungjawab untuk duduk di Komisi 6 DPR yang membidangi UMKM.

"Saya menyampaikan terima kasih saya ikut berbahagia bisa bersama-sama dengan para mahasiswa di forum ini," katanya.

Acara dihadiri dan diikuti para pemuda dan para pengusaha muda di lingkungan Asembagus. karena itu pihak penyelenggara mengundang Dinas Koperasi dan Umkm Kabupaten Situbondo, sebagai narasumber, yang dihadiri oleh Mas Reza dan Pak Gatot, Kabid di Dinas Koperasi Kabupaten Situbondo.

Menurut Bang Nasim, UMKM adalah salah satu tonggak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Karena pergerakan UMKM yang kecil mudah tumbuh dan berkembang di masyarakat bawah. Apalagi UMKM itu saat ini mudah dikembangkan dan mudah memperoleh support permodalan dari pemerintah.

Sementara itu Pak Gatot mengatakan bahwa pemberdayaan dan peningkatan kualitas wirausahawan UMKM yang di bidani oleh pemerintah saat ini sering terbatas oleh minimnya anggaran.

"Oleh sebab itu semangat dan kerja keras dari pelaku UMKM menjadi tulang punggung bagi peningkatan ekonomi rakyat," katanya.

Dikatakan,  jadi dalam hal ini posisi pemerintah adalah sebagai fasilitator para pelaku UMKM sendiri itulah yang harus menentukan untuk bisa tumbuh dan berkembang dan bersaing dengan para penggerak UMKM-UMKM yang lain.

Bang Nasim mengatakan ide-ide kreatif merupakan salah satu faktor bagi tumbuhnya UMKM sekaligus mampu berdaya saing dengan pelaku UMKM UMKM di situbondo.

Situbondo punya banyak potensi yang bisa kita kembangkan. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa mengolah potensi itu dengan ide-ide kreatif dan dipasarkan pada wilayah yang lebih luas. Di sinilah perlu ekonomi dan gagasan expansive ke daerah lain. Bila perlu diekspor ke negara lain.

Kehadiran Bang Nasim dalam acara tersebut berkaitan dengan kunjungan kerja reses di Situbondo sbg anggita DPR.

Hadir dalam acara tersebut para penggerak UMKM, para pemuda, dan para perangkat desa di lingkungan desa triGonco. Demikian laporan pandangan mata yang bisa kami sampaikan fotonya menyusul. (Kholilul Rohman Ahmad)

Keterangan foto:
Anggota DPR FPKB Ir HM NASIM KHAN menerima cenderamata dari A Rizal Ketua Mahasiswa KKN 12 Univ Muhammadiyah Jember di Aula Desa Trigonco,  Asembagus, Situbondo, 22 Februari 2018.



Selasa, 19 Desember 2017

Haul Gus Dur 8, Doa Gus Dur

Haul Gus Dur ke-8

Gus Dur dan Wirid Robbanâ Âtinâ min Ladunka Rohmatan…

Pada tulisan sebelumnya, saya menceritakan tentang kisah wirid surat al-Fatihah 100 x. Pada tulisan kali ini, saya ingin menceritakan tentang Gus Dur dan kisah wirid Robbanâ âtinâ min ladunka rohmatan wahayyi’ lanâ min amrinâ rosyadâ. Wirid ini, saya dengarkan beberapa tahun lalu ketika saya silaturahmi ke sebuah pesantren, yang jumlah muridnya sedengan, sekitar 200-an (pada saat saya silaturahmi saat itu). Kyainya masih muda, dan pernah nyantri di pesantren besar di Jawa Timur.

Saat itu, saya dengan 2 orang kawan sedang mencari pesantren untuk dijadikan tempat pelatihan tentang Kitab Kuning dan Hak-Hak Bernegara. Sampailah kami di sebuah pesantren. Setelah assalâmu`alaikum dan babibu, saya menanyakan.

“Ini pesantrennya mantab kyai. Ngomong-ngomong gimana bisa mendirikan pesantren. Kyai pasti punya wirid yang mantab, pasti ini.”

Sang kyai muda, diam sesaat, tetapi kemudian berkata: “Kami selalu memudawamahkan Rotib al-Haddad, sebab kami dulu nyantri diberi ijazah Rotib ini, dan kami meneruskan bersama murid-murid di pesantren ini.”

Setelah itu kami membicarakan tentang Rotib al-Haddad, dan bagaimana efek-efek bagi yang mengamalkannya. Alhamdulillah, saya sendiri juga mengamalkan Rotib ini sudah lama, dan kemudian memperbarui ijazah Rotib ini kepada Habib Zen Magelang, dan kepada Kyai Asnawi, di kampung tempat kami tinggal. Rotib al-Haddad kemudian disempurnakan dengan Wirdul Latif.  Pembicaraan tentang Rotib dengan kyai muda ini, sampai jauh.

Karena jauh membicarakan Rotib al-Haddad, sampai kyai muda belum menjelaskan bagaimana sejarah pesantren ini dan berdirinya.

Saya kemudian menyela: “Kyai, ini berkah Rotib al-Haddad ya pesantren ini, apa masih ada yang lain.”

Kyai muda diam, dan kemudian bercerita:

“Begini Mas, kami di sini ini pendatang. Kanan dan kiri kami amalannya tidak sama dengan kami. Beberapa tahun saya mulai membuat rumah dan ingin mendirikan pesantren ini, seperti ada tembok karang yang menghadang. Banyak sekali tantangan, baik yang menyangkut pribadi ataupun kondisi masyarakat sekitar yang amalannya tidak sama dengan kami. Kami mencoba terus bertahan, dengan amalan-amalan wirid yang kami punya. Tapi ternyata kami dan istri, ada pada satu kondisi, di mana kami sudah tidak kuat lagi.”

Kyai muda melanjutkan: “Ada satu kondisi dimana saya menyimpulkan sudah tidak bisa diteruskan untuk tinggal di sini. Akan tetapi sebelum meninggalkan tempat ini, saya bermunajat dan memohon kepada Alloh untuk yang terbaik.”

Karena kyai muda cerita tentang sulitnya mendirikan pondok dan tinggal di tempatnya itu, saya diajak untuk berfikir sulitnya orang untuk berjuang, dan saya diajarkan untuk tidak berputus asa dan memohon pertolongan Alloh, terutama pada saat-saat genting. Saya diajarkan, inilah kehidupan riil di masyarakat. Ada yang tidak senang, mendukung, dan yang lain. Dalam kondisi begitu, kita betul-betul hajat dan memerlukan pertolongan Alloh, dan perlu memiliki amalan wirid yang mudawamah.

Kyai muda meneruskan:

“Sebelum saya memutuskan untuk pergi dari tempat ini, ternyata malamnya saya mimpi mas. Dan ini yang membuat saya seperti mendapat tenaga, kekuatan, dan keberanian kembali.”

“Dalam mimpi itu, tiba-tiba ada tamu datang ke rumah dengan mobil. Orang yang di dalam mobil itu turun dan mengetuk pintu. Saya kagetnya bukan main. Ternyata Gus Dur yang datang. Setelah kami duduk, lalu Gus Dur berbicara: “Menjadi kyai itu harus sabar, jangan berhenti berdoa kepada Alloh.” Sepertinya Gus Dur tahu apa yang sedang saya hadapi.

Lalu kyai muda diminta Gus Dur untuk berdoa dengan sebuah doa. Sebelum doa sempat dicatat. Tidak lama setelah itu, Gus Dur dipanggil orang dari mobil: “Dur cepet…,” mobil sambil jalan pelan, ternyata di mobil ada ibunya Gus Dur. Gus Dur kemudian keluar dan masuk mobil.

Kyai muda yang belum sempat mencatat doanya itu, kemudian ikut mengiringi Gus Dur masuk mobil, dan kemudian pergi.

Setelah terbangun, kyai muda sangat tersentak. Dan, kemudian hanya tafakkur terus menerus, karena belum sempat mencatat doanya. Tafakkur itu menghasilkan sebuah kesimpulan. “Saya harus pergi ke Ciganjur.” Saat itu Gus Dur masih hidup.

Kyai muda yang belum punya pesantren seperti sekarang ini, setelah itu musyawarah dengan istrinya ihwal mimpi itu, dan direstui untuk ke Ciganjur. Dengan bekal uang seadanya, kyai muda naik bis untuk bisa sampai ke Ciganjur. Sebelum ke Ciganjur, dia mampir kepada kenalan yang ada di dekat Ciganjur. Dan, ketika sudah sampai di Ciganjur, kyai muda di persilahkan masuk.

Kyai muda melanjutkan dan berkata kepada saya: “Ini mas, yang ketika di Ciganjur ini, saya benar-benar keluar keringat dingin.”

“Emang kenapa kyai?”

Saya sendiri teringat Ciganjur.  Saya ingat kami dulu beberapa kali ke rumah ini, ketika bersama-sama kawan Dari Wahid Institute, Mas Suaedy, Mas Rumadi, dan kawan-kawan lain setelah dari Bogor, dan melihat Gus Dur tidur di atas lantai. Harimau yang ada di luar rumah dan di taman di rumah Gus Dur di Ciganjur itu, selalu saya pandangi. Dan, sahabat kami, Yuni mengambil foto-foto jeprat-jepret di sekitar taman dan harimau itu. Harimau itu, apakah sekarang masih ada apa nggak, saya lama belum ke Ciganjur lagi.

Kyai muda meneruskan ceritanya. Ketika masuk, dan salam, lalu, kyai muda meberanikan diri untuk cerita mimpi yang dialaminya. Dan keperluannya datang untuk meminta ijazah doa yang belum sempat dicatat itu. Gus Dur mendengar itu sambil tersenyum-senyum. “Kamu catat ya, doa dibaca 100 x, Robbanâ âtinâ min ladunka rohmatan wahayyi’ lanâ min amrinâ rosyadâ. Wasilahnya ditambah kepada Sunan Ampel. Sudah itu aja.”

Kyai muda merasa senang sekali setelah memperoleh doa itu. Dan, ceritanya di Ciganjur ditutup sampai di sini, meskipun ada  tambahan cerita di sini. Doa itu akhirnya diwiridkan oleh kyai muda itu setiap hari.

Lalu saya bertanya: “Apa reaksi setelah membaca doa ini kyai.?”

Kyai muda menjawab: “Alhamdulillah, hati semakin tenang, kuat, dan selalu yaqin dengan Alloh. Beberapa bulan setelah itu, beberapa orang yang merintangi saya datang ke rumah, dan sikapnya sudah berbeda. Alhamdulillah. Saya kembali kuat dan tidak putus asa, dan akhirnya pelan-pelan kami bisa membangun pondok ini.”

Doa yang disebutkan kyai muda itu, yang diijazahkan Gus Dur kepadanya adalah petikan dari ayat di dalam surat al-Kahfi, ayat ke-10. Doa itu adalah doanya Ashahbul Kahfi yang diabadikan dalam surat al-Kahfi.

Surat al-Kahfi itu sendiri, disebutkan oleh Rosululloh melalui jalan sahabat Anas, begini: “Surat al-Kahfi turun jumlatan bersamanya adalah 70 ribu malaikat” (HR. Ad-Dailami, Musnad al-Firdaus, No. 6812; dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi, Durrul Mantsûr fî Tafsîr al-Ma’tsûr, IX: 479).

Juga tentang al-Kahfi diriwayatkan dari jalan Abdullah bin Mughoffal bahwa Nabi Muhammad bersabda: “Rumah yang dibacakan surat al-Kahfi di dalamnya, maka setan tidak akan masuk ke rumah itu pada malam itu” (Imam Jalaluddin as-Suyuthi, Durrul Mantsûr fî Tafsîr al-Ma’tsûr, IX: 479).

Hikmah yang bisa diambil dari cerita ini, adalah ketika orang sudah merasa tidak bisa mengupayakan apa-apa, seperti ditunjukkan oleh kyai muda itu, maka mengharap rahmat Alloh dan berdoa kepada-Nya adalah jalan terbaik; hal itu juga menunjukkan manusia adalah ciptaan Alloh yang lemah, dan di tengah kelemahannya itu, manusia diperintahkan untuk tidak berputus asa terhadap rahmat Alloh.

Doa Ashhabul Kahfi ini, menjadi salah satu sebab Alloh merahmati Ashahbul Kahfi, dan Alloh menidurkan mereka di gua itu sampai 309 tahun (ayat ke-25 surat al-Kahfi), sampai dibangunkan Alloh kemudian dengan penuh keheranan. Dan, doa ayat ke-10 dari surat al-Kahfi ini bisa menjadi salah satu perisai untuk mengetuk rahmat Alloh. Wallohu a’lam.

Nur Kholik Ridwan

Selasa, 26 September 2017

Hujan, Puisi Terindah Pagi Ini

Puisi terindah pagi ini adalah #hujan

Tanpa kata dan kalimat ia telah menganggit syair² terindah bagi kehidupan manusia dan alam membimbing mereka ke arah bahagia.
Bulir air yg jatuh ke tanah dari langit adalah bukti nyata keindahan dan kebahagiaan.
Selamat datang hujan. 

Jakarta, 27 September 2017

Sabtu, 23 September 2017

Nasim Khan dan Gerakan Guru Ngaji Membela Pancasila

Gerakan guru ngaji membela Pancasila

Suboh, Situbondo - Sosialisasi MPR bertajuk "Gerakan Rakyat Membela Pancasila" bersama anggota DPR MPR RI Fraksi PKB, Ir H M Nasim Khan. Di ponpes Misbahul Hidayah Suboh Situbondo. Acara digelar dengan latar belakang bahwa rakyat membutuhkan teladan para pemimpin dalam mengamalkan Pancasila sehari hari.

Menurut wakil rakyat dapil Jawa Timur III ini, Pancasila lahir sejak kemerdekaan Indonesia. Namun karena tantangan zaman selalu berubah, sehingga menjadi kebutuhan kita kaum santri ikut berperan mewujudkan Pancasila yang kontekstual di masyarakat.

"Para kiai, ustadz, dan alim ulama dibutuhkan berperan di sini," pesan Bang NK, panggilan akrabnya.

Dikatakan, para guru ngaji di langgar yang setiap habis maghrib mengajar anak anak santri membaca Al Qur'an adalah media strategis mensosialisasikan Pancasila. Pada anak anak itu harapan Pancasila semakin kuat dan tangguh untuk bangsa ini kita sandarkan.

"Kita yang tua tua ini hanya bisa mengarahkan. Anak-anak lah yang lebih panjang harapan untuk bangsa ini," katanya.

Gerakan sosial membumikan Pancasila lebih manjur model demikian, katanya, karena guru ngaji mempunyai sifat ketulusan dan keikhlasan dalam mendidik generasi muda kita. Mereka sudah teruji dan terbukti dalam mendampingi anak anak dari tidak bisa membaca sampai bisa memahami Al Qur an.

"Inilah konteks gerakan memelihara Pancasila untuk Indonesia yang lebih baik sesuai zaman dan tantangan tantangan nya," katanya dalam sambutan pembukaan.

Acara sos MPR dihadiri para ulama, ustadz, dan guru ngaji. Ikut hadir narasumber penulis buku "Guru Ngaji di Langgar: Kajian Antropologi" KH Basori Sonhaji, pengasuh Pondok pesantren Misbahul Hidayah KH Izzulhaq Mahfud, narasumber KH Zaini Sonhaji SH, dan pengurus PWNU Jawa timur KH Sunandi Zubaidi. Acara diselenggarakan oleh DPC PKB Situbondo bekerja sama dengan NKI Institute. (Kholilul Rohman Ahmad)

Ayo daftar Jadi Jutawan