Rabu, 25 September 2013
CAWABUP ACHADI, DISKUSI EMPAT MATA, DAN ONDE-ONDE
Malam ini (25/9/2013) di Pondok Pesantren Nurul Hasan Geger Girirejo Tegalrejo Magelang berlangsung pertemuan empat mata antara Kiai Haji Sholikhun dan Ketua DPC PKB Magelang Muhammad Achadi yang juga Calon Wakil Bupati Magelang.
Pertemuan empat mata itu saat foto ini dipublikasikan belum memperoleh rumusan yang utuh karena kedua belah pihak masih terus berdiskusi tentang upaya memenangkan pasangan Cabup-Cawabup Rohadi-Achadi untuk Kabupaten Magelang 2014-2019.
Sebelum pertemuan, baik Kiai Sholikhun maunpun Achadi sepakat PKB harus memperoleh kemenangan dalam pilkada Magelang yang akan digelar 27 Oktober mendatang. Pertemuan empat mata dihidangi teh manis anget, legendar, emping mlinjo, sejumlah roti 'turahan bada' dan onde-onde. Rupanya makanan ringan terbuat dari beras ketan, kacang ijo, dan wijen itu lebih disukai laki-laki asal Ketunggeng Dukun ini.
"Onde-onde ini makanan khas Magelang. Meski di daerah lain juga ada, namun lebih familiar di sini," kata Achadi sambil mencicipi onde-onde itu.
||kholilul rohman ahmad
Senin, 23 September 2013
Demi Aqidah Aswaja, Gus Yusuf Gembleng Pemenangan Rohadi-Achadi
Kota Mungkid-Magelang | laskarjagad.blogspot.com || Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudlori, melakukan penggemblengan konsolidatif untuk pemenangan pasangan Cabup-Cawabup Magelang, Rohadi Pratoto dan Muhamad Achadi di Tegalrejo Magelang, kemarin malam (21/9). Konsolidasi dihadiri ratusan warga dan tokoh masyarakat.
Hadir dalam acara itu sejumlah alim ulama, antara lain KH Tholhah, KH Syamsul Maarif, KH Muhammad Sowam, KH Ahmad Zaini, dan KH Ahmad Sobirin. Hadir juga ketua DPC PKB Magelang Muhammad Achadi yang juga calon Wakil Bupati. Acara juga menghadirkan sejumlah caleg daerah pemilihan Pakis, Tegalrejo, Candimulyo, dan Sawangan.
Gus Yusuf, demikian panggilan akrabnya, menyatakan warga nahdliyin harus memegang kekuasaan dengan tujuan agar mudah melakukan ijtihad politik dalam mempertahankan nilai-nilai Islam ala Ahlussunah wal Jamaah dan melakukan transformasi sosial secara signifikan bagi warga yang masih tertinggal.
Dalam kesempatan ini Gus Yusuf menggembleng para caleg PKB dan Tim Sukses Pemenangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Rohadi dan Achadi. Tujuannya agar saat kekuasaan kelak dipegang maka pemanfataannya harus benar-benar sesuai ajaran alim ulama dan nilai-nilai Islam ala Ahlussunah wal Jamaah.
“Pak Rohadi Calon Bupati dan Mas Achadi Calon Wakil Bupati ini sudah saya tanting. Siap apa tidak nderek ngelmune ngulama’? Piyambake sanggup dan siap. Kalo begitu ya mari maju, Bismillah,” kata Gus Yusuf.
Gus Yusuf bercerita, bahwa dewasa ini gerakan internasional dari Timur Tengah sudah masuk ke wilayah Indonesia dengan tujuan mengganti aqidah Islam Ahlussunah wal Jamaah dengan aqiqah Wahabi. Aqidah Wahabi yang masuk ke Indonesia, antara lain, melalui jalur alumni santri yang pernah belajar di sana.
Untuk menyebarkan ajaran ini mereka melakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui kekuasaan. Apalagi mereka mempunyai dana yang besar.
“Juga penyebarannya dengan mendirikan pondok pesantren. Hari ini ancaman Wahabi sudah di depan mata,” kata Gus Yusuf.
Oleh sebab itu, berdiri dan tidaknya pondok pesantren tergantung pada ijin penguasa setempat, yaitu lurah, camat, dan bupati/wakil bupati. Sehingga kekuasaan, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati, mengapa harus dipegang antara lain agar tidak mudah memberikan ijin pendirian pondok pesantren yang secara tiba-tiba dan akan mengganti aqidah Islam yang damai dan toleran dengan aqidah Wahabi.
“Di sinilah pentingnya kita harus punya Bupati dan Wakil Bupati yang manut ulama dan aqidahnya bisa ditata. Sebab ‘assiyasah mabniyatun ala aqidatiha’. Bahwa politik pasti akan berdiri pada ideologinya. Jika ia berangkat dari PKB jelas aqidahnya Islam Ahlussunah wal Jamaah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren API Salafi, Tegalrejo, Magelang.
Katanya, mengapa ormas Nahdlatul Ulama (NU) mendirikan PKB, karena NU ingin ikut menata dan mewarnai kehidupan politik dan pemerintahan di Indonesia.
“Sekaligus untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai Islam ala Ahlussunah wal Jamaah,” katanya. | kholilul rohman ahmad @kholilpayaman
Hadir dalam acara itu sejumlah alim ulama, antara lain KH Tholhah, KH Syamsul Maarif, KH Muhammad Sowam, KH Ahmad Zaini, dan KH Ahmad Sobirin. Hadir juga ketua DPC PKB Magelang Muhammad Achadi yang juga calon Wakil Bupati. Acara juga menghadirkan sejumlah caleg daerah pemilihan Pakis, Tegalrejo, Candimulyo, dan Sawangan.
Gus Yusuf, demikian panggilan akrabnya, menyatakan warga nahdliyin harus memegang kekuasaan dengan tujuan agar mudah melakukan ijtihad politik dalam mempertahankan nilai-nilai Islam ala Ahlussunah wal Jamaah dan melakukan transformasi sosial secara signifikan bagi warga yang masih tertinggal.
Dalam kesempatan ini Gus Yusuf menggembleng para caleg PKB dan Tim Sukses Pemenangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Rohadi dan Achadi. Tujuannya agar saat kekuasaan kelak dipegang maka pemanfataannya harus benar-benar sesuai ajaran alim ulama dan nilai-nilai Islam ala Ahlussunah wal Jamaah.
“Pak Rohadi Calon Bupati dan Mas Achadi Calon Wakil Bupati ini sudah saya tanting. Siap apa tidak nderek ngelmune ngulama’? Piyambake sanggup dan siap. Kalo begitu ya mari maju, Bismillah,” kata Gus Yusuf.
Gus Yusuf bercerita, bahwa dewasa ini gerakan internasional dari Timur Tengah sudah masuk ke wilayah Indonesia dengan tujuan mengganti aqidah Islam Ahlussunah wal Jamaah dengan aqiqah Wahabi. Aqidah Wahabi yang masuk ke Indonesia, antara lain, melalui jalur alumni santri yang pernah belajar di sana.
Untuk menyebarkan ajaran ini mereka melakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui kekuasaan. Apalagi mereka mempunyai dana yang besar.
“Juga penyebarannya dengan mendirikan pondok pesantren. Hari ini ancaman Wahabi sudah di depan mata,” kata Gus Yusuf.
Oleh sebab itu, berdiri dan tidaknya pondok pesantren tergantung pada ijin penguasa setempat, yaitu lurah, camat, dan bupati/wakil bupati. Sehingga kekuasaan, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati, mengapa harus dipegang antara lain agar tidak mudah memberikan ijin pendirian pondok pesantren yang secara tiba-tiba dan akan mengganti aqidah Islam yang damai dan toleran dengan aqidah Wahabi.
“Di sinilah pentingnya kita harus punya Bupati dan Wakil Bupati yang manut ulama dan aqidahnya bisa ditata. Sebab ‘assiyasah mabniyatun ala aqidatiha’. Bahwa politik pasti akan berdiri pada ideologinya. Jika ia berangkat dari PKB jelas aqidahnya Islam Ahlussunah wal Jamaah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren API Salafi, Tegalrejo, Magelang.
Katanya, mengapa ormas Nahdlatul Ulama (NU) mendirikan PKB, karena NU ingin ikut menata dan mewarnai kehidupan politik dan pemerintahan di Indonesia.
“Sekaligus untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai Islam ala Ahlussunah wal Jamaah,” katanya. | kholilul rohman ahmad @kholilpayaman
Sabtu, 17 Agustus 2013
Nur Yasin FPKB dan Totalitas Kampanye Khofifah-Herman
Kencong | Jember | www.nuryasin.com || Anggota FPKB DPR Nur Yasin mendukung penuh pasangan Khofifah-Herman untuk merebut kemenangan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Nur Yasin menerjunkan Tim Kampanye Khofifah-Herman saat Halal bi Halal dan Istighatsah di Gedung MWC NU Umbulsari, Jember, 17/8.
Dalam acara yang diselenggarakan PC Muslimat NU Kencong, Abdul Fattah (Staf Khusus Nur Yasin), memimpin kampanye sekaligus pidato di depan ibu-ibu Muslimat dan alim-ulama.
"Kami dari Tim NY Centre dan Pak Nur Yasin senantiasa memantau perkembangan dan mendukung penuh Ibu Khofifah agar menang," kata Fattah.
Dikatakan, warga NU di Jember harus mengedepankan kepentingan yang lebih besar dengan bersatu mendukung Khofifah-Herman. Kemenangan Khofifah di Jawa Timur ini akan jadi kebanggaan nasional sebab Jatim jadi barometer NU.
"Menjadikan Ibu Khofifah sebagai Gubernur adalah keberhasilan NU," katanya pidato di panggung sambil memperlihatkan banner bergambar Khofifah-Herman.
Lanjutnya, kepeduliannya sebagai mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan sudah teruji di pentas nasional. Jadi, pilihan PKB mengusung Khofifah bukan sekedar dukungan tanpa alasan kuat. Katanya, Khofifah adalah orang yang amanah dan mempunyai riwayat hidup pengabdian mendalam secara nasional yang tak perlu diragukan lagi.
"Beliau satu-satunya perempuan yang membuat surat pencalonan Gus Dur sebagai Presiden di Sidang MPR tahun 1999. Ini artinya beliau orang cerdas dan dapat bekerja keras untuk kemaslahatan rakyat," katanya.
Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Kencong Hj Ririn Hidayati menyatakan Ibu Khofifah adalah Ketua Muslimat Pusat yang harus didukung semua elemen perempuan NU di Jember.
"Jadi pilihan hanya satu yaitu Ibu Khofifah. Saya tidak memaksa tapi harus nyoblos nomor 4. Ini tidak wajib tapi harus!," kata Ririn.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Tim Nur Yasin di Jember mencetak membuat baliho kecil ukuran 120x80cm yang disebarkan di pelosok desa di Jember.
"Tiap desa Bapak (Nur Yasin, red.) minta dipasangi minimal 10 banner Khofifah-Herman. Sedangkan di kota-kota kecamatan balihonya lebih besar," kata Rizki Kurniawan, tukang desain dan pasang banner NY Centre.
Selanjutnya, sebagai upaya memberikan efek psikologis, Tim Nur Yasin bekerjasama dengan Ibu-Ibu Muslimat dalam pemasangan. Dengan melibatkan ibu-ibu akan memberikan dampak psikologis yang kuat dalam mendorong pemilih untuk tetap pilih pasangan Khofifah-Herman saat mencoblos di TPS besok tanggal 29 Agustus 2013 itu.
[KRA | Foto: Wisnu]
Dalam acara yang diselenggarakan PC Muslimat NU Kencong, Abdul Fattah (Staf Khusus Nur Yasin), memimpin kampanye sekaligus pidato di depan ibu-ibu Muslimat dan alim-ulama.
"Kami dari Tim NY Centre dan Pak Nur Yasin senantiasa memantau perkembangan dan mendukung penuh Ibu Khofifah agar menang," kata Fattah.
Dikatakan, warga NU di Jember harus mengedepankan kepentingan yang lebih besar dengan bersatu mendukung Khofifah-Herman. Kemenangan Khofifah di Jawa Timur ini akan jadi kebanggaan nasional sebab Jatim jadi barometer NU.
"Menjadikan Ibu Khofifah sebagai Gubernur adalah keberhasilan NU," katanya pidato di panggung sambil memperlihatkan banner bergambar Khofifah-Herman.
Lanjutnya, kepeduliannya sebagai mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan sudah teruji di pentas nasional. Jadi, pilihan PKB mengusung Khofifah bukan sekedar dukungan tanpa alasan kuat. Katanya, Khofifah adalah orang yang amanah dan mempunyai riwayat hidup pengabdian mendalam secara nasional yang tak perlu diragukan lagi.
"Beliau satu-satunya perempuan yang membuat surat pencalonan Gus Dur sebagai Presiden di Sidang MPR tahun 1999. Ini artinya beliau orang cerdas dan dapat bekerja keras untuk kemaslahatan rakyat," katanya.
Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Kencong Hj Ririn Hidayati menyatakan Ibu Khofifah adalah Ketua Muslimat Pusat yang harus didukung semua elemen perempuan NU di Jember.
"Jadi pilihan hanya satu yaitu Ibu Khofifah. Saya tidak memaksa tapi harus nyoblos nomor 4. Ini tidak wajib tapi harus!," kata Ririn.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Tim Nur Yasin di Jember mencetak membuat baliho kecil ukuran 120x80cm yang disebarkan di pelosok desa di Jember.
"Tiap desa Bapak (Nur Yasin, red.) minta dipasangi minimal 10 banner Khofifah-Herman. Sedangkan di kota-kota kecamatan balihonya lebih besar," kata Rizki Kurniawan, tukang desain dan pasang banner NY Centre.
Selanjutnya, sebagai upaya memberikan efek psikologis, Tim Nur Yasin bekerjasama dengan Ibu-Ibu Muslimat dalam pemasangan. Dengan melibatkan ibu-ibu akan memberikan dampak psikologis yang kuat dalam mendorong pemilih untuk tetap pilih pasangan Khofifah-Herman saat mencoblos di TPS besok tanggal 29 Agustus 2013 itu.
[KRA | Foto: Wisnu]
Alasan NU Mengapa Gubernur Jawa Timur Harus Khofifah
Tuban - 'Turun gunungnya' KH Hasyim Muzadi, Mahfud MD maupun KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dalam memenangkan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim menjadi bukti kekompakan para tokoh NU demi tegaknya Aswaja (ahlussunah wal jamaah).
Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar saat acara halal bihalal warga Nahdlatul Ulama (NU) Tuban di Gedung Tri Dharma, Tuban, Kamis (15/8/2013).
"Kita yang hadir di sini tidak boleh diam. Tugas kita harus bergerak, mengajak, menjelaskan dan memperjuangkan Aswaja. Pilgub Jatim ini upaya perjuangan NU melalui jalur pemerintahan," kata tokoh yang akrab disapa Cak Imin tersebut.
"Sudah terbukti kok, Pak Huda (KH Fathul Huda, ketua Tanfidziyah PCNU Tuban) jadi bupati di Tuban. 'Sebandel-bandelnya' orang NU masih bisa dikontrol. Saya, Pak Mahfud MD dan Bu Khofifah, ini anak-anak NU yang dididik Gus Dur. Dan Khofifah sudah teruji, sudah terbukti bahwa dia pejuang sejati Aswaja."
Cak Imin memberi contoh saat pendirian PKB yang dibidani Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Saat itu Khofifah masih anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), begitu dipanggil NU untuk memperjuangakan PKB, dia langsung mundur dan beralih ke green party.
"Dia sama sekali tak peduli gajinya hilang ketika NU memanggilnya. Khofifah telah menunjukan loyalitas yang luar biasa kepada NU untuk beralih ke PKB. Itu contoh loyalitas, dedikasi. Itu pengalaman luar biasa,” kenang Cak Imin.
Kalau soal jabatan gubernur, kata Cak Imin, bagi Khofifah itu terlalu kecil karena pernah menjabat menteri. "Tapi karena ini perintah, maka beliau siap. Karena itu, kader Aswaja, kader NU, kader PKB harus berduyun-duyun bersatu padu memenangkan Berkah pada 29 Agustus. Kalau ada yang terlanjur ke KarSa saat Khofifah dinyatakan tak lolos, sekarang balik lagi maka pahalanya lebih besar," ungkapnya.
Cak Imin menegaskan, hubungannya dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul/Cawagub pasangan Soekarwo) juga tidak masalah. "Gus Ipul itu adik saya, tidak masalah secara keluarga. Tapi ini soal perjuangan Aswaja di pemerintahan, apalagi Mbah Muchit (KH Muchit Muzadi) mengatakan, itu Pilgub bukan Pilwagub. Artinya NU butuh gubernur, bukan wakil gubernur," paparnya.
Menakertrans itu juga semakin lega, karena di Pilgub kali ini, pemilih muda NU yang dulu golput sekarang ada kecenderungan untuk memilih Khofifah. "Muncul kesadaran dari anak-anak muda NU terhadap keadaan saat ini. Keadaan NU yang diakal-akalin, dibikin mainan elit dan kelompok non NU," tuntasnya. || www dpp pkb or id
Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar saat acara halal bihalal warga Nahdlatul Ulama (NU) Tuban di Gedung Tri Dharma, Tuban, Kamis (15/8/2013).
"Kita yang hadir di sini tidak boleh diam. Tugas kita harus bergerak, mengajak, menjelaskan dan memperjuangkan Aswaja. Pilgub Jatim ini upaya perjuangan NU melalui jalur pemerintahan," kata tokoh yang akrab disapa Cak Imin tersebut.
"Sudah terbukti kok, Pak Huda (KH Fathul Huda, ketua Tanfidziyah PCNU Tuban) jadi bupati di Tuban. 'Sebandel-bandelnya' orang NU masih bisa dikontrol. Saya, Pak Mahfud MD dan Bu Khofifah, ini anak-anak NU yang dididik Gus Dur. Dan Khofifah sudah teruji, sudah terbukti bahwa dia pejuang sejati Aswaja."
Cak Imin memberi contoh saat pendirian PKB yang dibidani Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Saat itu Khofifah masih anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), begitu dipanggil NU untuk memperjuangakan PKB, dia langsung mundur dan beralih ke green party.
"Dia sama sekali tak peduli gajinya hilang ketika NU memanggilnya. Khofifah telah menunjukan loyalitas yang luar biasa kepada NU untuk beralih ke PKB. Itu contoh loyalitas, dedikasi. Itu pengalaman luar biasa,” kenang Cak Imin.
Kalau soal jabatan gubernur, kata Cak Imin, bagi Khofifah itu terlalu kecil karena pernah menjabat menteri. "Tapi karena ini perintah, maka beliau siap. Karena itu, kader Aswaja, kader NU, kader PKB harus berduyun-duyun bersatu padu memenangkan Berkah pada 29 Agustus. Kalau ada yang terlanjur ke KarSa saat Khofifah dinyatakan tak lolos, sekarang balik lagi maka pahalanya lebih besar," ungkapnya.
Cak Imin menegaskan, hubungannya dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul/Cawagub pasangan Soekarwo) juga tidak masalah. "Gus Ipul itu adik saya, tidak masalah secara keluarga. Tapi ini soal perjuangan Aswaja di pemerintahan, apalagi Mbah Muchit (KH Muchit Muzadi) mengatakan, itu Pilgub bukan Pilwagub. Artinya NU butuh gubernur, bukan wakil gubernur," paparnya.
Menakertrans itu juga semakin lega, karena di Pilgub kali ini, pemilih muda NU yang dulu golput sekarang ada kecenderungan untuk memilih Khofifah. "Muncul kesadaran dari anak-anak muda NU terhadap keadaan saat ini. Keadaan NU yang diakal-akalin, dibikin mainan elit dan kelompok non NU," tuntasnya. || www dpp pkb or id
Khofifah, Perempuan Inspiratif untuk Jawa Timur
PERINGATAN: PILGUB JAWA TIMUR KAMIS KLIWON 29-AGUSTUS-2013 COBLOS NOMOR 4 KHOFIFAH-HERMAN
Sebagai bagian dari upaya memperjuangkan nilai-nilai Nahdlatul
Ulama melalui wilayah politik, berikut ini kami paparkan beberapa analisis yang
lebih mendalam terkait pentingnya Khofifah Indarparawansa menjadi Gubernur Jawa
Timur pada Pilgub tgl 29 Agustus 2013 mendatang. Beberapa percikan ini disadur
dari artikel Duhita Dundewi:
Salut untuk masyarakat Jawa Timur, atas penerimaannya
yang luar biasa terhadap Khofifah Indar Parawansa sebagai pemimpin perempuan.
Gegap gempita dukungan yang terus membesar terhadap dia hingga dua minggu
menjelang hari pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur (29 Agustus
2013) adalah pertanda mengemukanya kesadaran sejarah yang telah lama tertimbun
dalam mentalitas masyarakat Jatim. Masyarakat Jawa Timur dengan segala
keunikannya, telah menjunjung tinggi martabat perempuan pada kedudukan
tertinggi, jauh sebelum ajaran kesetaraan gender dipikirkan oleh orang-orang di
dunia barat.
Jawa Timur adalah rujukan penting dalam menemukan
asal-usul kesadaran sejarah bangsa Indonesia. Majapahit akan selalu terbaca
oleh siapa saja yang membuka kembali sejarah bangsa ini secara mendalam.
Mengabaikan Jawa Timur sama artinya dengan mengabaikan Indonesia. Dan
pengabaian ini dilakukan secara sengaja oleh persekongkolan kuasa dan media
massa di Jakarta.
Media massa, kini lebih sering dugunakan untuk menutupi,
daripada membuka kenyataan yang sebenarnya. Perhatikan berita-berita Jawa Timur
dalam sebulan terakhir. Betapa pemunculan pemimpin perempuan di Jawa Timur
tidak mendapat porsi yang memadai di pentas nasional.
Majapahit di Jawa Timur pernah menobatkan pemimpin
perempuan yang bijak bestari.
Dialah Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350),
Bhre Kahuripan, yang dari rahimnya terlahir Hayam Wuruk, Raja Majapahit yang
terkenal itu. Penerimaan yang luar biasa seluruh masyarakat Jawa Timur terhadap
pemimpin perempuan pada masa itu terbayar oleh kelahiran anak yang kelak
menjadi Raja Besar Majapahit: Hayam Wuruk. Penerimaan Masyarakat Jawa Timur
sekarang terhadap Khofifah Indar Parawansa kelak bakal terbayar dengan
kebijakan pemerintahan yang jujur dan adil di Jawa Timur. Demikian sejarah
mengajarkan.
Tribhuwana Wijayatunggadewi memerintah Majapahit setelah
Jayanegara (1309-1328), Raja Majapahit sebelumnya, yang mati terbunuh oleh
tabib istana bernama Ra Tanca. Jayanegara adalah orang yang selama hidupnya
ketakutan akan kekuasaan Majapahit yang bakal jatuh ke tangan Tribhuwana. Dia
tidak pernah berhenti menghalang-halangi Tribhuwana, hingga berencana melarang
Tribhuwana menikah karena takut suaminya bakal menjadi saingannya. Jayanegara
tidak cakap dalam memerintah negeri.
Dia lebih banyak menimbulkan keresahan dan ketakutan di
tengah masyarakat. Dia lebih suka bersekongkol dengan kepentingan-kepentingan
yang menyenangkan dirinya daripada bertindak mengikuti keinginan rakyat yang
tidak banyak meminta. Jayanegara menemui ajal tanpa mengundang sesal dari
seluruh penghuni negeri. Pemerintahan Majapahit kembali ke jalan yang ajeg
adilnya ketika kekuasaan berada di tangan seorang perempuan: Tribhuwana
Wijayatunggadewi.
Lima tahun terakhir di Jawa Timur, tidak ubahnya seperti
masa ketika Jayanegara berkuasa di Majapahit. Ada persekongkolan modal, media,
dan kuasa di Jawa Timur yang telah membawa sengsara rakyat Jawa Timur (ingat
korban Lumpur Lapindo). Persekongkolan ini sudah mendekati ajalnya dengan bakal
naiknya seorang pemimpin perempuan yang bakal memimpin Jawa TImur. Ra Tanca
dalam pemilihan gubernur Jawa Timur sekarang adalah rakyat Jatim sendiri, yang
berkuasa sepenuhnya ‘mejatuhkan’ penguasa sekarang.
Penguasa Jatim sekarang, adalah mereka yang berhasil
menipu dan menang curang pada Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur 2008,
yang telah menghabiskan miliran rupiah dengan cara yang licik untuk menjegal
munculnya pemimpin perempuan di Jawa Timur: KHOFIFAH INDAR PARAWANSA.
|| Semoga
menginspirasi rakyat Jatim dalam menentukan pemimpin sejatinya pada hari Kamis
Kliwon tanggal 29 Agustus 2013.
Minggu, 30 Juni 2013
Ingin Indonesia Berdaulat Pangan, Hari Ini IKA PMII Gelar Munas Ke-5
![]() |
| Dialog Nasional dan Muspim PMII Tahun 1995 di Jakarta |
Namun di balik pertumbuhan makroekonomi yang membanggakan itu, Indonesia mengalami masalah fundamental, terutama berkaitan pemerataan ekonomi. Apalagi Indonesia menjadi importir pangan, terutama beras.
”Soal pangan ini ancaman besar. Harus segera dicarikan solusi. Sudah waktunya pemerintah harus merekonstruksi paradigma kebijakan pangan nasional. Dari paradigma ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan,” ujar Zaini Rahman, Ketua Panitia Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) ke-5 di Sekretariat IKA PMII, Tebet, Jakarta (30/6).
Untuk itu, kata Zaini, penting bagi pemerintah dalam pembangunan ekonomi ini agar tidak hanya berorientasi mengejar peningkatan pertumbuhan ekonomi (pro growth) semata, tapi juga memperhatikan strategi pembangunan ekonomi lainnya, yaitu, pro jobs, pro poor, dan pro environment.
Dikatakan, Indonesia adalah negara yang dikarunia sumber kekayaan alam melimpah, antara lain tanah subur. Sebagai negara agraris yang gemah ripah loh jinawi (batang dan biji jika ditanam akan tumbuh, Red.), berbagai tanaman pangan mudah dibudidayakan di Indonesia.
”Juga sebagai Negara maritim Indonesia memiliki sumber pangan yang luar biasa potensial dari perikanan dan kelautan,” kata alumni PMII Cabang Yogyakarta ini.
Dengan memiliki luas lahan pertanian tidak kurang dari 7,75 juta hektar dan letaknya yang strategis di daerah tropis, lanjutnya, seharusnya Indonesia mampu memproduksi bahan pangan secara mandiri dan mengekspor.
”Namun realitanya bangsa ini justru terpuruk. Untuk memenuhi pangan rakyatnya kita bergantung pada impor. Ini ironis,” keluhnya.
Kata Zaini, dalam upaya mengatasi problem bangsa itu IKA PMII bermaksud merangkul kerjasama berbagai pihak pada sektor perekonomian Indonesia.
Sebagai bagian dari penentu masa depan bangsa, IKA PMII merasa bertanggungjawab untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam pembangunan ekonomi di Indonesia agar sesuai amanat konstitusi dalam pasal 33 UUD 1945.
”IKA PMII menilai persoalan lemahnya ketahanan pangan hingga menjauhkan tujuan kedaulatan pangan di Indonesia ini harus segera diatasi. Soal pangan ini jadi salah satu topik yang akan dibahas di Munas,” ujar Zaini.
Agenda Munas IKA PMII
Humas Panitia Munas, Wardi Taufiq, menyatakan, Munas IKA PMII akan digelar di Hotel Bidakara Jln Gatot Subroto Jakarta dan akan dibuka secara resmi pada hari ini (Senin, 01/07) pukul 13.00.
”Insya Allah akan dibuka secara resmi oleh Mbah Sahal (Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Sahal Mahfudz, Red.),” kata Wardi.
Kegiatan ini akan dihadiri pengurus IKA PMII 33 perwakilan tingkat provinsi dan 144 perwakilan tingkat kabupaten dan kota se-Indonesia.
Kata Wardi, semua undangan yang sudah dikirim ke daerah dan sebagian besar menyatakan bersedia hadir.
”Bahkan delegasi Indonesia Timur sudah konfirmasi hadir. Hanya saja karena dari sana mereka berangkat pagi kemungkinan baru sampai Jakarta malam hari,” ujar Wardi.
Seminar Nasional Jati Diri Bangsa
Setelah seremonial pembukaan, diagendakan dua kegiatan seminar nasional. Seminar nasional pertama (Senin) bertema “Ihtiar Memperteguh Jati Diri Bangsa untuk Mengatasi Tantangan Global” menghadirkan narasumber Jaya Suprana dan Prof Hermawan Sulistyo.
Seminar nasional kedua (Senin) bertajuk “Mempertegas Kedaulatan Negara dalam konstitusi dan Sistem Ekonomi Indonesia” menghadirkan narasumber Dr Rizal Ramli dan Prof Indra Perwira.
Seminar Ketiga (Selasa) bertajuk “Sarasehan Menegaskan Kedaulatan Indonesia di Tengah Percaturan Geopolitik Dunia” oleh para delegasi IKA PMII tingkat provinsi dan kabupaten/kota dipandu Pengurus Besar IKA PMII.
Kepengurusan PB IKA PMII 2008-2013 dipimpin oleh Ketua Umum Arif Mudatsir Mandan dan Sekretaris Jenderal Effendi Choirie.
(Kholilul Rohman Ahmad, Humas Panitia Munas IKA PMII)
Kamis, 16 Mei 2013
Jelang Pilkada Temanggung, Kejadian Aneh Gegerkan Warga
![]() |
| Kejadian aneh di Gooogle seputar Fuad Hidayat Bupati Temanggung 2013-2018 |
Saya tidak mengira Goooooogle begitu cerdas mendeteksi sesuatu yang akan terjadi. Mampu melahirkan sesuatu yang semestinya lahir pada tanggal 26 Mei 2013 (hari coblosan Pilkada Temanggung, Jawa Tengah). Tapi hari ini oleh Gooogle bisa diterawang agar rakyat Temanggung bisa membaca secara jelas.
Ini bukan klenik. Ini bukan sulap. Ini bukan jadi-jadian. Foto di atas bukan pula hasil jompa-jampu-jampi kemenyan dan bunga mawar. Melainkan ini bukti nyata hasil olah jiwa dan rasa teknologi masa kini di dunia maya. Coba perhatikan gambar di atas.
- Ketika diketik "Bupati Temanggung 2013-2018", Gooogle membalas secara santun dengan kalimat "Mungkin maksud Anda adalah: Fuad Hidayat".
- Artikel pertama / teratas yang muncul adalah blog khusus yang berisi program-program perjuangan Fuad Hidayat. Seolah Google sedang membuka akal rakyat Temanggung akan pentingnya perubahan lebih cepat bagi kesejahteraan sejati hanya bisa dicapai melalui Fuad Hidayat.
- Google juga memunculkan foto terbaik pasangan Fuad Hidayat-Andoyo dan logo slogan "maju lebih cepat".
Saya tidak mampu membeberkan tafsir lebih jauh. Meskipun tafsir positif maupun negatif terhadap foto itu sah-sah dimunculkan. Akan tetapi kasus aneh di atas perlu dibuka secara transparan jika Fuad Hidayat nyata-nyata jadi Bupati Temanggung 2013-2018.
Mungkin saja foto dan artikel yang saya share ini berlebihan alias lebbay maupun kampanye terselubung. Semoga bermanfaat. ||KRA
Langganan:
Postingan (Atom)






