Senin, 04 November 2013

Nur Yasin dan Teknologi Budidaya Ternak Kambing untuk Rakyat Jember


Jember, www.nuryasin.com – Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Kemenristek RI bekerjasama Nur Yasin Centre (NYC) menggelar Pelatihan Teknologi Budidaya Ternak Kambing di Jember (Minggu, 3/11). Kegiatan untuk rakyat Jember yang berprofesi peternak ini diikuti 50 peserta dari berbagai kacamatan.


Pejabat Eselon II BPPT Ir YBS Setya Sananugraha M Eng mengatakan, BPPT sebagai lembaga negara bertugas melakukan penelitian dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Melalui penelitian di bidang peternakan BPPT telah berhasil membudidayakan kambing dengan teknologi tepat guna.



“Kita patut bersyukur, ternyata Jember memperoleh kesempatan menikmati hasil penelitian kami. Setelah disurvei, peternakan kambing cocok dikembangkan di daerah sini (Jember, red.),” katanya.



Dikatakan, sesungguhnya BPPT bukan hanya melakukan pengembangan bidang ternak maupun pertanian. Banyak bidang kehidupan dikaji dan dikembangkan oleh BPPT.



Sananugraha juga menceritakan rencana pembangunan pabrik gula terbesar se-Asia Tenggara yang akan didirikan di Kalibaru, Banyuwangi, merupakan hasil kajian BPPT berupa desain bangunan dan teknologi yang digunakan.



“Jadi BPPT meneliti dan mengembangkan hampir seluruh bidang kehidupan manusia,” ujarnya.



Anggota Fraksi PKB Komisi VII DPR RI, Ir H Nur Yasin MBA MT, berharap agar pelatihan ini benar-benar dimanfaatkan dan disebarluaskan bagi masyarakat Jember. Peserta yang telah ikut pelatihan diharapkan membangi ilmunya kepada peserta yang tidak ikut.



“Agar pengetahuan tentang teknologi budidaya kambing bisa meluas di Jember,” katanya melalui rekaman video. Ia memberikan kata sambutan melalui rekaman video karena sedang melakukan kunjungan kerja bersama rombongan Pimpinan MPR RI ke China, Jepang, dan Korea.



Dalam acara ini juga diserahkan 100 ekor kambing untuk dikembangkan oleh peternak, 1 unit alat penyimpan sperma kambing, dan modul-modul pelatihan. (kholilul rohman ahmad)

KETERANGAN FOTO:

Tenaga Ahli Anggota DPR RI Abdul Fatah mewakili Ir H Nur Yasin MBA MT menyerahkan seeokor kambing jantan kepada peserta pelatihan. Penyerahan simbolis kambing betina juga dilakukan oleh Eninering BPPT Ir YBS Setya Sananugraha M Eng.








Minggu, 27 Oktober 2013

"Real Count" Pilbup Magelang, Rohadi-Achadi Menang 36,59%

Magelang, laskarjagad.blogspot.com -- Perhitungan cepat yang dilakukan Tim Rohadi Pratoto-Muhamad Achadi (RohmaD) menujukkan hasil pasangan ini menang 36,59% mengungguli pasangan Zam-Zam yang memperoleh 33,56%.

Metode digunakan Tim Rohmad perhitungan cepat seluruh TPS yang berjumlah 2.417 TPS. Data dikirimkan melalui pesan singkat (SMS) dari saksi-saki tiap TPS kepada Tim Media Center Rohmad yang dipusatkan di Kantor DPC PKB Kabupaten Magelang.

Sekretaris Tim Pemenangan Rohadi-Achadi, Saefudin Ompong, menjelaskan perhitungan selesai dilakukan pada jam 16.00 WIB dengan hasil Rohadi-Achadi 36,59% atau 342.388 suara, Zamzam 33,56% atau 314.035 suara, Susilo-Mujadi 14,27% atau 133.530 suara, Marhaban 7,56% atau 70.742 suara, Maspri 5,27% atau 49.314 suara, Handoko-Eko Purnomo 2,75% atau 25.733 suara.

Saefudin menambahkan angka partisipasi pemilih (suara sah, Red.) mencapai 67,3%, suara rusak 3,7% dan golput 29%. Pihaknya mengaku bersyukur melihat hasil ini, tetapi kita tetap menunggu hasil akhir dari penghitungan manual yang akan dilakukan oleh KPU. Ia meminta seluruh jaringan pendukung Rohmad untuk mengawal penghitungan suara di setiap tingkatan, dari penghitungan tingkat desa, kecamatan dan kabupaten.

"Ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan permainan curang dalam penghitungan akhir”, kata pria yang akrab disapa Ompong ini kepada sejumlah wartawan di Kantor DPC PKB Kabupaten Magelang, 27/10 sore.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Rohadi-Achadi Drs. Suwarsa menghimbau seluruh pendukung Rohmad untuk mensyukuri kemenangan ini secara bersahaja.

“Tidak perlu berlebihan. Silahkan melakukan sujud syukur di rumah masing-masing. Kemenangan Rohmad adalah kemenangan rakyat Magelang yang menghendaki perubahan. Mari kita kawal penghitungan sampai pelantikan kelak”, tegas Warsa.

Suwarsa menambahkan, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan komunikasi bersama Rohadi-Achadi kepada para paslon lain untuk bersama-sama membangun Magelang di masa depan. |kra|

Selasa, 22 Oktober 2013

JANGAN PUNAH CUCAK IJO



Di Pasar Burung Jalan Piere Tendean Banyuwangi (08/10/2013), dua orang pedagang sedang asyik tawar-menawar burung Cucak Ijo. Satwa bernama Latin Chloripsis Sonnerati ini banyak berkembangbiak secara alamiah di wilayah ujung timur Pulau Jawa, terutama di kawasan hutan Alas Purwo dan Gunung Gumitir. Cucak ijo salah satu unggas banyak digemari karena warna hijaunya yang cerah dan suaranya merdu unik. Dari tangan pemburu cucak ijo yang baru ditangkap dari alam harganya mencapai Rp600.000/ekor jantan. Untuk jenis betina Rp400.000. Jika sudah jinak dan suaranya mapan, kuat, dan keras bisa mencapai Rp5.000.000.
Di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, bakalan cucak ijo asli Banyuwangi ditawarkan Rp800.000, sementara bakalan cucak ijo lampung ditawarkan Rp400.000.
Untuk melindungi satwa yang makin diburu ini Pemkab Banyuwangi perlu menerbitkan Peraturan Daerah untuk melindunginya agar tidak punah dengan cara mengatur sistem penangkaran terpadu dan pembatasan perburuan liar.

DATA FOTO:
Judul: JANGAN PUNAH CUCAK IJO
Lokasi: Pasar Burung, Jln Piere Tendean Banyuwangi
Fotografer: Kholilul Rohman Ahmad

TANDA CINTA BANYUWANGI



Upaya Banyuwangi dengan kerja keras memasyarakatkan citra eksotis demi menarik orang berkunjung, produsen oleh-oleh untuk wisatawan mencetak kaos bertulis slogan lokal-global, antara lain, 'I Love BWI' dan 'Banyuwangi Lebih Baik'. Berharap lebih banyak konsumen membeli kaosnya, pedagang bermobil ini memajang dagangannya di pinggir Jalan Raya Giri, jalan utama jalur Banyuwangi-Jember. Kaos katun ini ditawarkan seharga Rp35.000 sampai Rp65.000.
"Ini harga murah, Mas. Di toko harganya sesuai label itu," katanya.
Dilihat di label kaos itu harganya lebih murah 30 persen. Kampanye melalui berbagai media, termasuk melibatkan perajin kaos, belakangan ini gencar dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi bertujuan mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Kota Sri Tanjung ini. 

DATA FOTO:
Judul: TANDA CINTA BANYUWANGI
Lokasi: Jalan Raya Giri, Banyuwangi
Fotografer: Kholilul Rohman Ahmad

Musyawarah Pedagang Burung


Pasar burung di kawasan Jalan Piere Tendean Banyuwangi adalah salah satu sudut kota paling eksotis untuk tujuan wisata di kawasan ujung timur Pulau Jawa ini. Meski tidak seramai Pasar Burung Ngasem Yogyakarta, namun cukup variatif berbagai jenis burung yang diperdagangkan di tempat ini.
Di tempat ini pengunjung bisa ikut bertransaksi jual beli berbagai jenis burung. Atau hanya menonton para pedagang yang bercandaria menunggu pembeli. Di sinilah burung asli Banyuwangi, Cucak Ijo (Chloripsis Sonnerati yang termasuk ke dalam golongan Chloropseidae), sering diperdagangkan.
Meski dari segi ekonomi nilainya tidak sebanding besarnya dengan pasar modern (mall) atau toko kelontong modern yang sedang menjamur, namun nilai sejarah dan sebagai pendukung kekayaan kota Banyuwangi pasar burung ini butuh sentuhan politik agar berkembang dan eksis menghiasi kota.
Pemkab Banyuwangi sebaiknya mengajak bermusyawarah para pedagang dalam kerjasama untuk ikut memelihara keindahan dan keunikan pasar burung ini untuk memajukan pariwisata. Seandainya pasar burung ini lenyap tergerus zaman maka berkuranglah khazanah Banyuwangi sebagai kota yang layak dikunjungi.

DATA FOTO:

Judul: MUSYAWARAH PEDAGANG BURUNG

Lokasi: Pasar Burung, Jln Piere Tendean Banyuwangi

Fotografer: Kholilul Rohman Ahmad

Rabu, 25 September 2013

CAWABUP ACHADI, DISKUSI EMPAT MATA, DAN ONDE-ONDE


Malam ini (25/9/2013) di Pondok Pesantren Nurul Hasan Geger Girirejo Tegalrejo Magelang berlangsung pertemuan empat mata antara Kiai Haji Sholikhun dan Ketua DPC PKB Magelang Muhammad Achadi yang juga Calon Wakil Bupati Magelang. 
Pertemuan empat mata itu saat foto ini dipublikasikan belum memperoleh rumusan yang utuh karena kedua belah pihak masih terus berdiskusi tentang upaya memenangkan pasangan Cabup-Cawabup Rohadi-Achadi untuk Kabupaten Magelang 2014-2019. 
Sebelum pertemuan, baik Kiai Sholikhun maunpun Achadi sepakat PKB harus memperoleh kemenangan dalam pilkada Magelang yang akan digelar 27 Oktober mendatang. Pertemuan empat mata dihidangi teh manis anget, legendar, emping mlinjo, sejumlah roti 'turahan bada' dan onde-onde. Rupanya makanan ringan terbuat dari beras ketan, kacang ijo, dan wijen itu lebih disukai laki-laki asal Ketunggeng Dukun ini. 
"Onde-onde ini makanan khas Magelang. Meski di daerah lain juga ada, namun lebih familiar di sini," kata Achadi sambil mencicipi onde-onde itu.

||kholilul rohman ahmad

Senin, 23 September 2013

Demi Aqidah Aswaja, Gus Yusuf Gembleng Pemenangan Rohadi-Achadi

Kota Mungkid-Magelang | laskarjagad.blogspot.com || Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudlori, melakukan penggemblengan konsolidatif untuk pemenangan pasangan Cabup-Cawabup Magelang, Rohadi Pratoto dan Muhamad Achadi di Tegalrejo Magelang, kemarin malam (21/9). Konsolidasi dihadiri ratusan warga dan tokoh masyarakat.

Hadir dalam acara itu sejumlah alim ulama, antara lain KH Tholhah, KH Syamsul Maarif, KH Muhammad Sowam, KH Ahmad Zaini, dan KH Ahmad Sobirin. Hadir juga ketua DPC PKB Magelang Muhammad Achadi yang juga calon Wakil Bupati. Acara juga menghadirkan sejumlah caleg daerah pemilihan Pakis, Tegalrejo, Candimulyo, dan Sawangan.

Gus Yusuf, demikian panggilan akrabnya, menyatakan warga nahdliyin harus memegang kekuasaan dengan tujuan agar mudah melakukan ijtihad politik dalam mempertahankan nilai-nilai Islam ala Ahlussunah wal Jamaah dan melakukan transformasi sosial secara signifikan bagi warga yang masih tertinggal.

Dalam kesempatan ini Gus Yusuf menggembleng para caleg PKB dan Tim Sukses Pemenangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Rohadi dan Achadi. Tujuannya agar saat kekuasaan kelak dipegang maka pemanfataannya harus benar-benar sesuai ajaran alim ulama dan nilai-nilai Islam ala Ahlussunah wal Jamaah.

“Pak Rohadi Calon Bupati dan Mas Achadi Calon Wakil Bupati ini sudah saya tanting. Siap apa tidak nderek ngelmune ngulama’? Piyambake sanggup dan siap. Kalo begitu ya mari maju, Bismillah,” kata Gus Yusuf.

Gus Yusuf bercerita, bahwa dewasa ini gerakan internasional dari Timur Tengah sudah masuk ke wilayah Indonesia dengan tujuan mengganti aqidah Islam Ahlussunah wal Jamaah dengan aqiqah Wahabi. Aqidah Wahabi yang masuk ke Indonesia, antara lain, melalui jalur alumni santri yang pernah belajar di sana.

Untuk menyebarkan ajaran ini mereka melakukan dengan berbagai cara, termasuk melalui kekuasaan. Apalagi mereka mempunyai dana yang besar.

“Juga penyebarannya dengan mendirikan pondok pesantren. Hari ini ancaman Wahabi sudah di depan mata,” kata Gus Yusuf.

Oleh sebab itu, berdiri dan tidaknya pondok pesantren tergantung pada ijin penguasa setempat, yaitu lurah, camat, dan bupati/wakil bupati. Sehingga kekuasaan, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati, mengapa harus dipegang antara lain agar tidak mudah memberikan ijin pendirian pondok pesantren yang secara tiba-tiba dan akan mengganti aqidah Islam yang damai dan toleran dengan aqidah Wahabi.

“Di sinilah pentingnya kita harus punya Bupati dan Wakil Bupati yang manut ulama dan aqidahnya bisa ditata. Sebab ‘assiyasah mabniyatun ala aqidatiha’. Bahwa politik pasti akan berdiri pada ideologinya. Jika ia berangkat dari PKB jelas aqidahnya Islam Ahlussunah wal Jamaah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren API Salafi, Tegalrejo, Magelang.

Katanya, mengapa ormas Nahdlatul Ulama (NU) mendirikan PKB, karena NU ingin ikut menata dan mewarnai kehidupan politik dan pemerintahan di Indonesia.

“Sekaligus untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai Islam ala Ahlussunah wal Jamaah,” katanya. | kholilul rohman ahmad @kholilpayaman

Ayo daftar Jadi Jutawan